Jumat, 26 Februari 2016

Warna kesukaan Rasulullah SAW





        Selama ini mungkin kita hanya mengetahui bahwa Rasulullah atau Islam identik dengan warna hijau. Sebenarnya apa warna-warna favorit Rasulullah Muhammad saw?

Annas bin Malik mengatakan, “Warna yang paling disukai oleh Rasulullah saw adalah hijau.” Namun selain itu Rasul juga ternyata menyukai warna putih. Ada juga keterangan bahwa Nabi Muhammad saw pernah memakai pakaian berwarna hitam, merah hati, abu-abu dan warna campuran.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya` Ulumiddin berkata : ” Yang amat disukai oleh Nabi saw ialah warna putih.”

Ibnu Hajjar dalam Tanbih Al Akhbar mengatakan: “Pada hari raya kami disuruh memakai pakaian berwarna hijau karena warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah afdhal daripada warna lainnya, sesudah putih.”

Ibnu Ady meriwayatkan dari Jabir r.a yang berkata: “Aku pernah melihat Nabi saw memakai serban hitam yang dipakainya pada hari raya…”

Al Baihaqi meriwayatkan hadis dari Jabir r.a katanya : “Pernah Rasulullah saw berpakaian yang bercorak merah pada dua hari raya dan pada hari Jumat.”

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dia berkata : “Pernah Nabi saw keluar dengan kepala yang dibalut sehelai kain yang berwarna abu-abu.”

Imam Bukhari meriwayatkan hadis dari Anas r.a, beliau pernah melihat : “Nabi saw menutup kepalanya dengan kain biasa yang bercorak-corak warnanya.” 
(sa/bakkah.net)

                                            ( http://ponpesnurulhuda.com/warna-kesukaan-rasulullah-saw/)

Sabtu, 06 Februari 2016

Membuat Kue Serabi




Hasil gambar untuk gambar serabi

                 Berbagai macam jenis makanan tradisional asli dari Indonesia salah satunya yaitu kue serabi. Kue serabi merupakan makanan yang sangat terkenal didaerah Bandung sehingga kue ini mengingatkan kita akan kote kembang tersebut. Kue serabi memliki dua macam jenis yeitu kue serabi dengan memiliki ctarasa manis dan kue serabi yang memiliki citarasa asin gurih. Kue serabi manis biasanya dipadukan dengan kinca sedangkan kue serabi yang asin biasanya ditaburi dengan oncom goreng pada bagian atasnya pada saat proses memasak. Untuk resep kue serabi yang akan kami buat kali ini yaitu kue serabidengan memiliki citarasa yang manis. Kue jajanan pasar ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat bandung saja, akan tetapi kue ini juga banyak dinikmati oleh orang dari luar daerah tersebut. Kue serabi ini memang sudah populer, namun masih banyak yang belum mengetahui proses dan cara pembuatannya. Baiklah kami akan membuat resepnya berikut ini.

Bahan Kue Serabi :
  • 150 gr kelapa parut
  • 50 ml air daun suji
  • garam 1/2 sendok teh
  • santan kelapa 500 ml
  • 220 gr tepung beras
Bahan Kinca :
  • 1 lembar daun pandan ( dibuat simpul )
  • santan kelapa 100 ml
  • gula merah 120 gr ( disisir halus )
  • sedikit garam
  • 10 gr gula pasir
Cara Membuat Kue Serabi Manis :
  1. Campurkan kelapa parut dengan tepung beras dan garam dalam satu wadah, aduk rata
  2. Rebus santan kelapa diatas api kecil sampai mendidih sambil diaduk-aduk
  3. Tuang rebusan santan kedalam campuran tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan
  4. Tuang adonan setiap 1 sendok sayur kedalam cetakan tanah liat yang sudah panas
  5. Tutup adonan dan tunggu sampai benar-benar matang, angkat dan tunggu sampai hangat
  6. Selanjutnya yaitu membuat kinca dengan cara mencampurkan semua bahan lalu direbus sampai mendidih dan larut
Demikianlah Resep Membuat Kue Serabi Tepung Beras ini, sajikan kue serabi manis dengan dituangi kinca yang sudah matang.
                                                                                                 (Sumber:www.resepharian.com)
                                                

Macam-macam shalat sunnah

Macam shalat sunah adalah :
1.  Shalat Wudhu, Yaitu shalat sunnah dua rakaat yang bisa dikerjakan setiap selesai wudhu, niatnya :Ushalli sunnatal wudlu-I rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ artinya : ‘aku niat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah’
  2.  Shalat Tahiyatul Masjid, yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika memasuki masjid, sebelum duduk untuk menghormati masjid. Rasulullah bersabda : ‘Apabila seseorang diantara kamu masuk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat dua rakaat lebih dahulu’ (H.R. Bukhari dan Muslim).
Niatnya :
‘Ushalli sunnatal Tahiyatul Masjidi  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah’
3.   Shalat Dhuha. Adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaatnya minimal 2 maksimal 12. Dari Anas berkata Rasulullah ‘Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga’ (H.R. Tarmiji dan Abu Majah).
Niatnya :
‘Ushalli sunnatal Dhuha rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah’
 4.   Shalat Rawatib. Adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu.
a.   Qabliyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib. Waktunya : 2 rakaat sebelum shalat subuh, 2 rakaat sebelum shalat Dzuhur, 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Ashar, dan 2 rakaat sebelum shalat Isya’.
Niatnya:
‘Ushalli sunnatadh Dzuhri*  rak’ataini Qibliyyatan lillahi Ta’aalaa’ Artinya: ‘aku niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat karena Allah’
* bisa diganti dengan shalat wajib yang akan dikerjakan.
b.   Ba’diyyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu. Waktunya : 2 atau 4 rakaat sesudah shalat Dzuhur, 2 rakaat sesudah shalat Magrib dan 2 rakaat sesudah shalat Isya.
Niatnya :
‘Ushalli sunnatadh Dzuhri*  rak’ataini Ba’diyyatan lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah sesudah  dzuhur dua rakaat karena Allah’
 * bisa diganti dengan shalat wajib yang akan dikerjakan.
5.  Shalat Tahajud, adalah shalat sunnah pada waktu malam. Sebaiknya lewat tengah malam. Dan setelah tidur. Minimal 2 rakaat maksimal sebatas kemampuan kita. Keutamaan shalat ini, diterangkan dalam Al-Qur’an. ‘Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji’(Q.S. Al Isra : 79 ).
Niatnya :
‘Ushalli sunnatal tahajjudi  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat karena Allah’
6.  Shalat Istikharah, adalah shalat sunnah dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik, apabila kita menghadapi dua pilihan, atau ragu dalam mengambil keputusan. Sebaiknya dikerjakan pada 2/3 malam terakhir.
Niatnya :
‘Ushalli sunnatal Istikharah  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah Istikharah dua rakaat karena Allah’
7.  Shalat Hajat, adala shalat sunnah dua rakaat untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT. Minimal 2 rakaat maksimal 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.
Niatnya :
‘Ushalli sunnatal Haajati  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah’
8. Shalat Mutlaq, adalah shalat sunnah tanpa sebab dan tidak ditentukan waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya. ‘Shalat itu suatu perkara yang baik, banyak atau sedikit’ (Al Hadis).
Niatnya :
‘Ushalli sunnatal rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah’
9.   Shalat Taubat, adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT, agar mendapat ampunan-Nya.
 Niatnya:
‘Ushalli sunnatal Taubati  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah taubat  dua rakaat karena Allah’
10. Shalat Tasbih, adalah shalat sunnah yang dianjurkan dikerjakan setiap malam, jika tidak bisa seminggu sekali, atau paling tidak seumur hidup sekali. Shalat ini sebanyak empat rakaat, dengan ketentuan jika dikerjakan pada siang hari cukup dengan satu salam, Jika dikerjakan pada malam hari dengan dua salam.
Niat :
 ‘Ushalli sunnatan tasbihi raka’ataini lilllahi ta’aalaa’ artinya ‘aku niat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah’
Cara mengerjakannya:
a. Usai membaca surat Al Fatehah membaca tasbih 15 kali.
b. Saat ruku’, usai membaca do’a ruku membaca tasbih 10 kali
c. Saat ‘itidal, usai membaca do’a ‘itidal membaca tasbih 10 kali
d. Saat sujud, usai membaca doa sujud membaca tasbih 10 kali
e. Usai membaa do’a duduk diantara dua sujud membaca tasbi 10 kali.
f. Usai membaca doa sujud kedua membaca tasbih 10 kali.
Jumlah keseluruhan tasbih yang dibaca pada setiap rakaatnya sebanyak 75 kali. Lafadz bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut :
‘Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar’
artinya : ‘Maha suci Allah yang Maha Esa. Segala puji bagi Akkah, Dzat yang Maha Agung’.
11. Shalat Tarawih,  adalah shalat sunnah sesudah shalat Isya’pada bulan Ramadhan. Menegenai bilangan rakaatnya disebutkan dalam hadis. ‘Yang dikerjakan oleh Rasulullah saw, baik pada bulan ramadhan atau lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat’ (H.R. Bukhari).
Dari Jabir ‘Sesungguhnya Nabi saw telah shallat bersama-sama mereka delapan rakaat, kemudian beliau shalat witir.’ (H.R. Ibnu Hiban)
Pada masa khalifah Umar bin Khathtab, shalat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat dan hal ini tidak dibantah oleh para sahabat terkenal dan terkemuka. Kemudian pada zaman Umar bin Abdul Aziz bilangannya dijadikan 36 rakaat. Dengan demikian bilangan rakaatnya tidak ditetapkan secara pasti dalam syara’, jadi tergantung pada kemampuan kita masing-masing, asal tidak kurang dari 8 rakaat.
 Niat shalat tarawih :
‘Ushalli sunnatan Taraawiihi rak’ataini (Imamam/makmuman) lillahi ta’aallaa’ artinya : ‘Aku niat shalat sunat tarawih dua rakaat (imamam/makmum) karena Allah’
12. Shalat Witir, adalah shalat sunnat mu’akad (dianjurkan) yang biasanya dirangkaikan dengan shalat tarawih, Bilangan shalat witir 1, 3, 5, 7 sampai 11 rakaat. Dari Abu Aiyub, berkata Rasulullah ‘Witir itu hak, maka siapa yang suka mengerjakan lima, kerjakanlah. Siapa yang suka mengerjakan tiga, kerjakanlah. Dan siapa yang suka satu maka kerjakanlah’(H.R. Abu Daud dan Nasai). Dari Aisyah : ‘Adalah nabi saw. Shalat sebelas rakaat diantara shalat isya’ dan terbit fajar. Beliau memberi salam setiap dua rakaatdan yang penghabisan satu rakaat’ (H.R. Bukhari dan Muslim)
Niatnya:
‘Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’aalaa’artinya : ‘Aku niat shalat sunnat witir dua rakaat karena Allah’
13. Shalat Hari Raya, adalah shalat Idul Fitri pada 1 Syawal dan Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunat Mu’akad (dianjurkan).’Sesungguhnya kami telah memberi engkau (yaa Muhammad) akan kebajikan yang banyak, sebab itu shalatlah engkau dan berqurbanlah karena Tuhanmu ‘ pada Idul Adha – ‘(Q.S. Al Kautsar.1-2)Dari Ibnu Umar ‘Rasulullah, Abu Bakar, Umar pernah melakukan shalat pada dua hari raya sebelum berkhutbah.’(H.R. Jama’ah).
Niat Shalat Idul Fitri :
‘Ushalli sunnatal li’iidil fitri rak’ataini (imamam/makmumam) lillahita’aalaa’ artinya : ‘Aku niat shalat idul fitri dua rakaat (imam/makmum) karena Allah’

Niat Shalat Idul Adha :
‘Ushalli sunnatal li’iidil Adha rak’ataini (imamam/makmumam) lillahita’aalaa’ artinya : ‘Aku niat shalat idul adha dua rakaat (imam/makmum) karena Allah
Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat, rukun dan sunnatnya sama seperti shalat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut:
a.  Berjamaah
b.  Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua
c.  Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.
d.  Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.
e.  Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al Qomar di rakaat kedua.
Atau surat A’la dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
f.   Imam menyaringkan bacaannya.
g.  Khutbah dua kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum’at
h.  Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada Idul Adha tentang hukum-hukum Qurban.
i.   Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
j.   Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri pada Shalat Idul Adha sebaliknya.
14. Shalat Khusuf, adalah shalat sunat sewaktu terjadi gerhana bulan atau matahari. Minimal dua rakaat. Caranya mengerjakannya :
a. Shalat dua rakaat dengan 4 kali ruku’ yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku’ dan I’tidal membaca fatihah lagi kemudian ruku’ dan I’tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.
b. Disunatkan membaca surat yang panjang, sedang membacanya pada waktu gerhana bulan harus nyaring sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya.

Niat shalat gerhana bulan :
‘Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini  lillahita’aalaa’ artinya : ‘Aku niat shalat gerhana bulan  dua rakaat  karena Allah’
15. Shalat Istiqa’,adalah shalat sunat yang dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT.
Niatnya :
‘Ushalli sunnatal Istisqaa-I  rak’ataini (imamam/makmumam) lillahita’aalaa’ artinya : ‘Aku niat shalat istisqaa dua rakaat (imam/makmum) karena Allah’
Syarat-syarat mengerjakana Shalat Istisqa :
a.  Tiga hari sebelumnya agar ulama memerintahkan umatnya bertaobat dengan berpusa dan meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal shaleh. Sebab menumpuknya dosa itu mengakibatkan hilangnya rejeki dan datangnya murka Allah. ‘Apabila kami hendak membinasakan suatu negeri, maka lebih dulu kami perbanyak orang-orang yang fasik, sebab kefasikannyalah mereka disiksa, lalu kami robohkan (hancurkan) negeri mereka sehancur-hancurnya’(Q.S. Al Isra’ : 16).
b.  Pada hari keempat semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi kelapangan dengan pakaian sederana dan tanpa wangi-wangian untuk shalat Istisqa’
c.  Usai shalat diadakan khutbah dua kali. Pada khutbah pertama hendaknya membaca istigfar 9 X dan pada khutbah kedua 7 X.
Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dengan khutbah lainnya, yaitu :
a.  Khatib disunatkan memakai selendang.
b.  Isi khutbah menganjurkan banyak beristigfar, dan berkeyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan permintaan mereka.
c.  Saat berdo’a hendaknya mengangkat tangan setinggi-tingginya.
Saat berdo’a pada khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya

Masjid Aschabul kahfi perut bumi Almaghribi



Apakah anda pernah mendengar tentang Masjid Aschabul Kahfi perut bumi Almaghribi?? Mungkin memang masjid ini tidak begitu terkenal seperti Masjid Turen Malang, namun masjid ini cukup menyenangkan untuk di kunjungi, Masjid Aschabul kahfi ini biasa di sebut juga dengan masjid perut bumi, kalau biasanya masjid mempunyai kubah yang menjulang tinggi ke langit namun beda dengan masjid ini, Masjid Aschabul Kahfi mempunyai ke unikan tersendiri karena masjid ini berada di dalam perut bumi atau bisa di sebut juga di dalam gua. Masjid Aschabul Kahfi bisa dibilang langka dan unik, karena masjid ini memanfaatkan lorong goa alias perut bumi sebagai baitullah, terbukti daya tariknya dari masjid ini, banyaknya penziarah dari pulau jawa yang datang ke masjid ini.
Masjid Aschabul Kahfi Tuban Jawa Timur

Lokasi Masjid Aschabul Kahfi

Lokasi Masjid Aschabul Kahfi ini sangat mudah di capai karena berada ditepi jalan raya, Masjid Aschabul Kahfi ini berlokasi di komplex pondok pesantren Syehk Maulana Maghrobi di Dusun Wire, Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Masjid ini cukup menarik perhatian karena dari kejauhan sudah terlihat papan nama yang bertuliskan“Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Almaghribi” dan uniknya hanya papan saja tanpa adanya kubah masjid yang terlihat, dari luar hanya gerbangnya saja yang terlihat, cukup menarik bukan??

Keunikan Masjid Aschabul Kahfi

Dari papan namanya saja sudah terlihat ke unikannya apalagi saat ada di dalamnya, Saat anda memasuki pintu gerbang anda akan melihat kaligrafi yang berkolaborasi dengan tulisan jawa, di gerbang ini di lengkapi oleh gapura yang kira-kira hanya mempunyai ketinggian 2 meter saja, juga terdapat tangga yang membantu para pengunjung untuk bisa turun menuju bangunan utama masjid. Di dalam bangunan utama masjid memang tanpa cahaya matahari, masjid ini mempunyai ruangan utama yang gelap, dan hanya ada cahaya dari lampu, masjid ini terlihat eksotis lagi dengan adanya batuan stalaktit dan stalakmit yang mengering dan menjadi batuan kapur yang sudah tidak bisa meneteskan air dan sudah di modifikasi namun tetap memperlihatkan bentuk aslinya. masjid ini secara fisik sama dengan Goa Maharani Lamongan Jawa Timur
Masjid Aschabul Kahfi Tuban Jawa Timur

Petunjuk ghoib Masjid Aschabul Kahfi

Lokasi pondok pesantren dan masjid ini dulunya adalah tanah negara, semua memang kehendak ALLAH sebelum di membebaskan tanah yang semula berstatus tanah negara, KH Subhan menuturkan bahwa beliau mendapat petunjuk ghoib dari Syekh Maulana Maghrobi [ seorang guru besar para wali di tanah jawa] dalam petunjuknya beliau di minta untuk membersihkan gua yang ada di Wire ini, sebelumnya pak kyai bersemedi selama 3 hari di tempat tersebut, setelah tanahdi bebaskan ternyata di bawahnya terdapat lorong-lorong gua yang luas, yang mana pada saat ini lorong-lorong tersebut di jadikan tempat mengaji para santri.

Arsitektur Masjid Aschabul Kahfi

Awalnya Masjid Aschabul Kahfi merupakan gua yang tidak ada manfaatnya, tandus berbatu dan tidak terawat, lalu sang Kyai Haji Subhan mempunyai ide kreatif untuk memanfaatkan gua ini sebagai tempat ibadah, bahkan bangunan ini tidak menggunakan arsitek manapun, kyai subhan sendirilah yang menjadi arsitek masjid unik ini, dan beliau sendirilah yang mendesain dan mengarahkan tukang-tukang pada bangunan tersebut.
Arsitektur bangunan Masjid Aschabul Kahfi menyerupai dan memang mirip dengan bangunan Arab, dengan pilar-pilar yang melingkar-lingkar terbuat dari marmer. Bukan berarti karena Masjid Aschabul Kahfi berada di perut bumi Masjid ini tidak mempunyai kubah, tapi ternyata Masjid Aschabul Kahfi ini mempunyai kubah yang megah di atas masjid namun karena masjid ini berada di bawah tanah jadi kubahnya juga sejajar dengan tanah di atas masjid, yang mana tanah di sekitar kubah di jadikan tempat santai untuk para penziarah.
Masjid Aschabul Kahfi Tuban Jawa Timur
Ruangan tempat semedi
Masjid Aschabul Kahfi ini sangat luas kira-kira mencapai 3 hektar dan tentunya masjid ini mempunyai beberapa ruangan, seperti ruangan istighosah, ruang pertemuan, kuliah shubuh, banyak lorong-lorong yang di gunakan sebagai tempat mengaji para santri dan ruangan yang paling luas seperti aula yang saat ini di fungsikan menjadi Masjid, konon katanya ini dulunya adalah goa Putri Sendangharjo dan ruangan yang saat ini menjadi ruangan istighosah dulunya dalah goa Singojoyo, yang mana dulunya goa-goa tersebut menjadi tempat semedi para tokoh islam sebelum walisongo.
Motivasi membuat gua menjadi Masjid
Motivasi KH Subhan untuk menjadikan gua ini menjadi masjid ialah, dari zaman Nabi Musa AS sampai Nabi Muhammad SWT semua wahyu yang di terimanya pada saat berada di dalam goa, jadi keinginan besar KH Subhan adalah dia ingin mengajarkan ilmu keagamaan kepada santrinya di dalam goa seperti para nabi menerima wahyu-wahyunya, beliau lebih menekankan pada pengajaran ilmu Al-qura’n dan hadist.
Sampai saat ini Masjid Aschabul Kahfi belum rampung 100 persen pengerjaannya, tapi masjid ini sudah bisa di gunakan ibadah karena sebagian besar interiornya sudah selesai di kerjakan. Dan di setiap harinya juga banyak pengunjung yang datang untuk beribadah di masjid ini. Demikian ulasan dari kami tentang Masjid Aschabul Kahfi yang ada di perut bumi, semoga bermanfaat bagi anda. Jikalau anda sedang berada di Tuban jangan lupa untuk singgah di masjid Aschabul Kahfi ini untuk beribadah.
                                     (Sumber:http://infowisatatour.com/masjid-aschabul-kahfi-tuban-jawa-timur/)

Reboisasi dan manfaatnya


Hasil gambar untuk manfaat reboisasi

Pengertian reboisasi dan manfaatnya – Apa yang dimaksud dengan reboisasi? Apa tujuan dan manfaat reboisasi? Untuk memahaminya mari kita pelajari bersama di bawah ini.
Reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang telah gundul atau tandus, tidakan reboisasi ini untuk menanami hutan yang gundul akibat di tebang atau akibat bencana alam. Tujuan dari reboisasi ini yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup makhluk hidup khususnya manusia melalui kualitas peningkatan sumber daya alam. Dengan kembalinya fungsi hutan maka dapat menghindarkan lingkungan hidup dari polusi udara, kembalinya ekosistem dan dengan reboisasi dapat menanggulagi global warming.
Reboisasi hanya dilakukan di hutan atau lahan yang kosong atau gundul, tentunya hutan yang dimaksud adalah hutan yang telah ditentukan oleh peraturan. Dengan demikian, membuat hutan yang baru pada area bekas tebang habis, bekas tebang pilih, lahan gundul ataupun pada lahan kosong lainnya yang terdapat di dalam kawasan hutan itu termasuk kedalam reboisasi.
Reboisasi sangat erat hubungannya dengan kata penghijauan, dengan menggalakkan penghijauan maka lingkungan sekitar tempat tinggal akan terasa lebih sejuk, ketersediaan air tanah akan terjamin dan dapat meningkatnya kesuburan tanah. selain itu reboisasi juga dapat menurunkan pemanasan global atau global warming.

pengertian reboisasi
Bandingkan saja jika pegunungan atau hutan tandus, pinggir jalan raya tanpa kerindangan pepohonan hijau, tentu saja lingkungan akan terasa panas, air tanahpun untuk kebutuhan pertanian akan menjadi terbatas, dan juga akan menimbulkan rusaknya ekosistem hutan yang dihuni oleh berbagai macam hewan.
Manfaat reboisasi
Dengan melakukan reboisasi kita dapat memperoleh banyak manfaat, diantaranya seperti di bawah ini:
1. Untuk melestarikan SDA (Sumber Daya Alam)
Unsur dari tata lingkungan biofisik yang nyata serta yang berpotensi untuk memenuhi kebutuhan manusia, dengan maksud untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Maka tindakan eksploitasi harus harus disertai dengan peraturan-peraturan pemanfaatan dan pelestarian dari (Sumber Daya Alam).
2. Untuk menguragi pencemaran lingkungan
Pencemaran lingkungan hidup, khususnya pencemaran udara akibat dari polusi asap kendaraan bermotor dan industri harus menjadi perhatian yang serius saat ini, dengan meningkatnya pengguna kendaraan bermotor dan kegiatan industri seperti pabrik-pabrik dan pertambangan telah banyak mengganggu ekosistem hidup, oleh sebab itu kita harus melakukan kegiatan reboisasi atau lebih dikenal dengan kegiatan go green. Dengan melakukan rebisasi kita dapat mencegah ataupun menanggulagi global warming.

3. Untuk melestarikan hutan dan mencegah adanya bencana banjir, longsor dan bencana alam lainnya.
4. Untuk meningkatkan SDA (Sumber Daya Alam) dan melestarikannya, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
                                                                                                    (Sumber:http://www.pengertianku.net/)